Pelayanan Izin Usaha Sistem Online Belum Maksimal, Ketua DPRD Kabupaten Sampang Angkat Bicara
Cari Berita

Pelayanan Izin Usaha Sistem Online Belum Maksimal, Ketua DPRD Kabupaten Sampang Angkat Bicara

Tuesday, 20 August 2019

M.Suadi Asyikin, Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kabupaten Sampang

SAMPANG, Madurapost.co id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang telah menerapkan pelayanan perizinan terpadu melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pelayanan tersebut bertujuan mempermudah semua proses perizinan usaha. Tapi, hingga saat ini pelayanannya belum maksimal. Bahkan berjalan lamban.

Kepala bidang (Kabid) Penyelenggara Pelayanan Perijinan dan non Perijinan DPMPTSP Sampang M. Suadi Asyikin mengatakan, perizinan OSS merupakan pelayanan terpadu yang dijalankan pemerintah untuk mengetahui pertumbuhan usaha di daerah dan mengawasi ketaatan perusahaan dalam memenuhi hak karyawan atau pekerja. Misalnya, gaji sesuai UMK, pemberian jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.

Menurut dia, secara umum pelayanan izin melalui sistem OSS semakin baik. Banyak pengajuan izin usaha yang sudah masuk dan diproses. Menurut dia, saat ini ada 2.779 pengajuan izin yang diterima, dan 1.042 pengajuan sudah mendapatkan izin. Perinciannya 625 usaha besar, dan 625 usaha kecil.

"Sementara sisanya atau 417 pengajuan izin masih diproses," ucapnya kepada madurapost. Selasa. (20/08/19).

Suaidi menjelaskan, penerapan OSS bertujuan mempermudah dan mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat. Warga atau pemilik usaha yang ingin mengurus izin bisa dengan mudah mendaftar melalui laman oss.go.id. proses pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri atau datang ke dinas.

"Warga atau pemohon yang tidak paham tentang proses pendaftaran bisa membuka website dpmpts.sampangkab.go.id atau langsung datang ke dinas," terangnya.

Sejumlah persyaratan yang harus diunggah antara lain, nomor induk kependudukan (NIK), nomor pokok wajib pajak (NPWP), akta pendirian perusahaan, akta notaris atau badan hukum, dan tanda daftar perusahaan (TDF) atau tanda daftar industri (TDI). Setelah proses tersebut selesai, warga akan mendapat nomor induk berusaha (NIB) dengan kode khusus.

"NIB akan keluar sekitar 30 menit. Dengan catatan semua syarat sudah dipenuhi oleh pemohon," katanya.

Pelaku yang sudah mendaftar dan mendapatkan NIB akan merasakan manfaat dan kemudahan dalam menjalankan usaha. Misalnya, pengembangan usaha dan suntikan modal dari investor. Pihaknya sudah meminta kepada tim pelayanan terpadu kecamatan (paten) untuk lebih maksimal melayani masyarakat yang ingin mengurus izin usaha.

Pihaknya tidak menampik jika sampai saat ini pelayanan OSS belum maksimal dan berjalan lambah. Salah satu kendalanya ialah, server yang digunakan berskala kecil dan koneksi jaringan ke pusat sering mengalami gangguan. Akibatnya, pelayanan harus menunggu koneksi jaringan normal.

"Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan," ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat ingin mendaftar agar aktif berkoordinasi dengan kecamatan atau dinas manakala manemui kendala atau kesulitan saat mendaftar. Pihakny sudah menyiapkan petugas operator khusus untuk melayani pendaftaran izin usaha.

"Kami harap warga atau pelaku usaha yang belum memiliki izin segera mengurus ke kecamatan atau ke dinas," tukasnya.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Sampang Juhari meminta agar DPMPTSP bisa lebih maksimal menjalankan pelayanan izin usaha melalui OSS. Semua persoalan dan kendala yang menghambat pelayanan segera ditangani.

"Dinas harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat tentang kedala yang ada di daerah. Jangan hanya diam dan menunggu," tandasnya. (mp/zen/rus)