Oknum Agen BPNT di Dempo Barat Diduga Gelapkan Sembako, Penerima Program Gigit Jari
Cari Berita

Oknum Agen BPNT di Dempo Barat Diduga Gelapkan Sembako, Penerima Program Gigit Jari

Saturday, 17 August 2019

Struk sembako BPNT mikik KPM di Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean. 
PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Warga Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean, harus gigit jari dalam menerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Oknum agen diduga menggelapkan sembako BPNT. Sehingga sembako tersebut tak sampai ke tangan penerima.

Secara aturan, sembako BPNT cair tiap sebulan. Teknis pengambilannya, setelah ada uang masuk ke rekening, pihak penerima bisa menukar uang tersebut ke pihak agen atau e-Warong dengan sembako pemerintah. 

Penuturan keluarga penerima sebut saja Ahmad (samaran), nenek keluarganya belum menikmati bantuan BPNT. Padahal program tersebut sudah berjalan lebih dari satu tahap. Di bulan Agustus, cairnya sudah tahap ke tiga.

"Nenek hanya menerima kertas struk saja, namun tak menerima bantuan sembako," kata Ahmad disampaikan ke Madurapost, Sabtu (17/8).

Menurut dia, pertama kali BPNT dicairkan melalui Kepala Dusun, namun yang diterima juga sama yakni hanya menerima kertas struk. Di slip kuitansi tersebut memang tertera saldo Rp 0, namun tak mendapatkan sembako.

"Pernah dipanggil agen dari program ini, cuma ketika tiba di lokasi, ATM hanya digesek, ketika keluar struk tidak ada pendistribusian sembako," ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan Bati (60) warga penerima program BPNT. Menurutnya ia sempat dipanggil namun hanya menerima kertas srtuk tanpa membawa barang sembako.

"Saya pernah dipanggil ke rumahnya oleh salah seorang agen. Saya hanya diberi kertas struk tanpa sembako. Padahal setelah dicek jumlah saldo Rp 0," ungkap dia.

Lebih lanjut Bati menjelaskan, pada saat dipanggil ke rumah oknum agen, dirinya tidak sendirian akan tetapi banyak orang lain yang bernasip sama sebagai warga miskin.

Koordinator Kecamatan (Korcam) BPNT Pasean Halik mengatakan, prinsip penyaluran BPNT secara aturan cair secara bertahap. Setiap kali cair, tidak menentu tanggalnya. Hanya saja perbulan itu dipastikan cair.

"Tidak jelas tanggalnya, cuma pasti cair," kata Halik.

Persoalan tidak sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ia menyarankan agar berkoordinasi aktif dengan pihak agen. Sebab agen di bawah yang memahami secara teknis penyalurannya.

Pelaku agen program ini di Dempo Barat, kata Halik, bernama Muhammad Bakir dan Cipto Prayitno. Pihaknya memastikan agen ini akan menyalurkan program BPNT secara transparan.

"Kalau di desa lain penyalurannya kondusif," tandasnya. 

Sekedar diketahui, dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meminimalkan kemungkinan penyalahgunaan bantuan sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah program Beras Sejahtera (Rastra) menjadi BPNT.

Program BPNT ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non-tunai dan menggunakan sistem perbankan untuk kemudahan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpangan. 

Penggunaan sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital dimaksudkan untuk memperluas keuangan inklusif. Penggunaan beragam kartu dalam menyalurkan dana bansos  agar dapat diintegrasikan dalam satu kartu.

Akan tetapi dari program BPNT yang dinilai sudah sangat efektif ini masih saja ada tangan tangan nakal yang masih mau bermain dan mau mengambil hak rakyak miskin.

Seperti di Dempo Barat, warga yang sudah terdaftar dan berhak menerima bantuan dari program BPNT harus gigit jari. Pasalnya bantuan yang seharusnya mereka terima dari non tunai tersebut hilang dan diduga diambil oleh oknum agen atau e-Warong. (mp/sol/rus)