Masyarakat Pantura Tolak Rencana Pengeboran SKK Migas di Sokobanah Sampang
Cari Berita

Masyarakat Pantura Tolak Rencana Pengeboran SKK Migas di Sokobanah Sampang

Friday, 30 August 2019

Foto : GMPL Sampang saat Audiensi di Kantor SKK migas Surabaya
SAMPANG, Madurapost.co.id - Warga Sokobanah Kabupaten Sampang Menolak rencana pengeboran yang akan dilakukan oleh SKK Migas Jabanusa.

Hal tersebut karena di khawatirkan akan merusak ekosistem laut yang berada di wilayah Sampang bagian pantura tersebut.

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) Sampang,Efendi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang disinyalir sudah memberikan izin terhadap kegiatan pengeboran tersebut. Hal tersebut diketahui setelah mereka (GMPL.red) melakukan audiensi ke kantor SKK Migas, Rabu (28/08/2019).

"Ini menyangkut keselamatan dan pendapatan para nelayan Pantura. Jadi pemerintah harus harus mempertimbangkan rencana tersebut," ungkap Efendi kepada Madurapost, Jum'at (30/08/2019).

Lebih lanjut Efendi mengatakan,Pemkab dalam hal ini harus menggalkan rencana pengeboran sebelum lebih dulu melakukan dengan para nelayan. Sebab pemerintah darrah dinilai sebagai pemegang regulasi pelindung nomor satu di Kabupaten Sampang.

"Karena pada umumnya kebanyakan nelayan Sokobanah masih menggunakan cara penangkapan secara tradisional. Karenanya pemerintah harus memperhatikan dampak apabila terjadi pengeboran," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi menanggapi respons masyarakat terkait penolakan masyarakan Sokobanah atas rencana pengeboran SKK Migas tersebut.

"Memang ada rencana mereka mau melakukan sosialisasi rencana pengeboran tersebut tapi saya tolak. Sosiaslisi dulu lah masak asal mau ngebor saja," kata orang nomor satu di Sampang tersebut.

Menurut Slamet Junaidi,komitmen dalam kemitraan untuk pembangunan tetap menjadi prioritasnya. Akan tetapi harus ada komunikasi serius. Misalnya dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

"Kalau mereka mau ketemu saya,jangan anak buahnya dong,paling tidak Direkturnya temui saya biar ada pembicaraan serius," tuturnya.

Sementara itu, Humas SKK Migas Jabanusa Surabaya Erwin Adrianto mengatakan, proyek pengeboran di perairan Sokabanah masih sebatas rencana. Akan tetapi, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

"Masih belum ada pengeboran. Kalau tidak ada kegiatan, iya  tidak mungkin ada sosialisasi. Kegiatan dulu, baru sosialisasi," ungkap Erwin.

Erwin mengakui jika warga Kecamatan Sokobanah banyak khawatir terhadap kegiatan pengeboran. Namun kekhawatiran tersebut hanya sebatas khawatir, namun belum terjadi.

Pengeboran tersebut,kata Erwin, memang sudah direncanakan. Namun ada sejumlah tender proyek yang masih belum rampung untuk dipersiapkan.

"Ini alat-alatnya masih belum selesai semuanya. Sehingga tidak bisa dilaksanakan. Jadi waktunya itu masih belum ditentukan," tegasnya.

Jadwal pengeboran, sambung Erwin, bergantung kebijakan PC II Ketapang Ltd selaku KKKS. Kontraktor tersebut yang akan memutus kapan proyek pengeboran bakal dilakukan.(mp/ron/rus)