Masyarakat Geram, Mantan Kades Akkor Diduga Klaim Jalan Makadam Swadaya Masyarakat Ke Anggaran Dana Desa
Cari Berita

Masyarakat Geram, Mantan Kades Akkor Diduga Klaim Jalan Makadam Swadaya Masyarakat Ke Anggaran Dana Desa

Friday, 23 August 2019

Prasasti Proyek DD yang dipasang di lokasi proyek swadaya masyarakat

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Pembangunan jalan makadam hasil Swadaya Masyarakat sepanjang 2,8 X 247 M, di Dusun Akkor Tengah Desa Akkor Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan Jawa Timur, diindikasi ada permainan Kepala Desa  setempat. Pasalnya, pembangunan jalan tersebut dimasukkan keanggaran Dana Desa (DD) terbukti dengan adanya prasasti dijalan tersebut. Jumaat, (23/08/19).

Pekerjaan pembuatan jalan makadam alternatif ini merupakan inisiatif warga setempat dari hasil swadaya untuk kenyamanan jalur area pemakaman. Namun mirisnya, diindikasi ada pihak yang mengambil manfaat dari pekerjaan masyarakat tersebut.

Sebagaimana yang sudah viral di Media Sosial bahwa masyarakat setempat mendatangi Polres Pamekasan untuk mengadukan masalah penggunaan Dana Desa yang diduga ada penyimpangan.

Mereka menyoroti pekerjaan pembangunan jalan (makadam) yang merupakan hasil swadaya masyarakat, tapi diklaim oleh pihak Pemerintah desa setempat menggunakan Dana Desa (DD). Ini diketahui setelah Aparatur Desa memasang "Prasasti Desa" yang menjelaskan bahwa jalan tersebut dibangun dengan Dana Desa.

Pantauan Madurapost.co.id di lokasi, terkait laporan warga tersebut, pihak Forpimka Palengaan, Pendamping Desa, Pj Kades Akkor, Bendahara Desa, Sekretaris Desa, LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) dan sejumlah wartawan bersama-sama meninjau langsung ke lokasi dan bertemu dengan masyarakat sekitar guna klarifikasi laporan yang diajukan ke Polres Pamekasan

Salah seorang warga setempat Misnariyanto, mengatakan, makadam ini asli jerih payah masyarakat, baik dari biaya pembukaan lahan pribadi sampai penambangan batu dan konsumsi warga selama jalan makadam dikerjakan.

"Ini asli hasil masyarakat mas, tidak ada campur tangan pemerintah,"kata Misnari saat di mintai keterangan.

Terkait di klaimnya jalan ini sebagai DD kata Misnari melanjutkan, mungkin karena Kepala Desa setempat menyumbang pasir batu (Sirtu) 64 pick-up, kalau diuangkan sekitar Rp. 6.400.000,- (Enam juta empat ratus ribu rupiah), sedangkan di prasasti tersebut bertuliskan Rp. 66.921.900,- (Enam puluh enam juta sembilan ratus dua puluh satu ribu sembilan ratus rupiah).

"Saya selaku rakyat jelata, apakah salah menayakan semua itu dan melapor ke Polres Pamekasan?,"ucap Misnari dengan logat Maduranya sambil bertanya-taya.

Merespon laporan warga tersebut, Camat Palengaan H. Achmad Sukrisno mengatakan, hal itu akan ada pemeriksaan dari inspektorat Pamekasan. Dan pekerjaan itu anggaran tahun 2019 belum 100%.

"Benar tidaknya ada indikasi korupsi, nanti ada pemeriksaan dari pihak inspektorat. kita tetap pakai asas praduga tak bersalah karena anggaran itu 2019 dan belum 100%,"singkatnya

Begitupun Kapolsek Palengaan menambahkan terkait jalan makadam yang ada di Desa Akkor dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran warga setempat langsung melaporkan ke Polres Pamekasan. Bambang Irawan menambahkan, dirinya meminta warga untuk menjaga Khamtibmas karena sebentar lagi Desa Akkor akan menggelar Pilkades serentak.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal ini, cuma yang saya minta warga tetap tenang jangan sampai terprovokasi dan saling menjaga ketertiban dan kondusifitas yang selama ini terjaga dengan baik,"ucapnya. (mp/uki/rai/rus)