Masuk Zona Merah Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jatim Adakan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sokobanah Sampang
Cari Berita

Advertisement

Masuk Zona Merah Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jatim Adakan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sokobanah Sampang

Tuesday, 13 August 2019

Ditresnarkoba Polda Jatim bersama Forkopimcam Sokobanah
SAMPANG, Madurapost.co.id - Dalam beberapa pekan terakhir ini Sampang menjadi perbincangan Internasional,bukan karena prestasinya melainkan karena jaringan Narkoba kelas Internasional berhasil di bekuk oleh tim satgas bentukan Polda Jawa Timur.

Kecamatan Sokobanah menjadi sorotan utama dalam permasalahan barang haram tersebut,karena di Kecamatan yang mayoritas Santri tersebut pihak berwajib berhasil mengamankan barang memabukkan tersebut. Tidak tanggung-tanggung 30 kilo berhasil disita oleh petugas kepolisian.

Hal itulah yang menjadi alasan Polda Jatim untuk melakukan Sosialisasi dan pendampingan akan bahaya penyalahgunaan Narkotika tersebut terhadap masayarakat Sokobanah.

Bekerja sama dengan Forkopimcam Sokobanah,Direktorat Narkoba Polda Jatim mengadakan Sosialisasi dengan tema “Madura Siap Memberantas Narkoba” Selasa (13/09/2019).

Dalam kesempatan tersebut Polda Jatim langsung menerjunkan Kabagbin Opsnal Ditres Narkoba yaitu AKBP Samsul Makali bersama timnya  turun langsung guna memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Dalam beberapa paparannya AKBP Samsul menerangkan betapa bahayanya Narkoba karena 1gram saja bisa membunuh 10 orang manusia.

“Kita berharap kepada masyarakat Sokobanah khususnya bisa bekerja sama dengan kepolisian untuk ikut menghentikan siapapun yang menyalahgunakan Narkoba,karena barang tersebut bisa membunuh siapapun,” tutur AKBP Samaul Maluki.

Menurut AKBP Samsul Sokobanah sekarang citranya dirusak oleh oknum yang berbisnis barang haram tersebut.

“Sokobanah ini sebenarnya tidak semuannya menjadi pembisnis Narkoba,mungkin hanya (0%) akan tetapi karena dirusak oleh oknum tersebut maka semua sepertinya menjadi jelek,” imbuhnya.

Selain itu menurut AKBP Samsul,bisnis tersebut melibatkan para pekerja diluar negeri (Malaysia).
“Kita juga harus memberi pemahaman kepada para TKI agar lebih berhati-hati apabila menerima paketan dari orang yang tidak dikenal karena bisa merugikan diri sendirinya,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut beberapa tokoh agama Sokobanah dan masyarakat sekitar.
Selain itu juga ikut hadir sebagian kecil Kepala Desa,diantaranya Kades Bira Timur,Kades Tobai Timur,Kades Sokobanah Tengah. (mp/ron/zul)