Legislator Muda Dan Cantik, Nur Aini Siap Melayani Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Legislator Muda Dan Cantik, Nur Aini Siap Melayani Masyarakat

Tuesday, 13 August 2019

Nur Aini, Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari Partai Berkarya

BANGKALAN, Madurapost.co.id- Nur Aini salah satu perempuan cantik yang terpilih sebagai Anggota DPRD kabupaten Bangkalan periode 2019/2024 menjadi salah satu legislator muda yang mempunyai gagasan cemerlang.

Walaupun masih muda, perempuan asli desa Pekaden, Kecamatan Galis memiliki pemikiran yang cukup cemerlang dalam melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya dalam masalah perempuan.

Menurut Nur Aini, untuk mensejahterakan rakyat tentunya harus mengetahui apa yang menjadi problematika dan potensi yang dimiliki. Problem maupun potensi itu harus muncul dari masyarakat sendiri.

Artinya, kata Aini masyarakat untuk berdaya harus dirangsang sehingga muncul kesadaran diri untuk bergerak dan melakukan sesuatu yang inovasi baru.

"Sehingga tidak menjadi masyarakat ketergantungan terhadap bantuan demi bantuan," kata alumni Mts Al-Ma'arif itu. Selasa (13/08/2019).

Aini menjelaskan masyarakat supaya dapat berdaya tentunya bisa berangkat dari sebuah problematika yang dihadapi. Selain itu bisa melalui potensi apa yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

"Misalnya, gelas yang berisi air setengah itu kita lihat sebagai potensi, air itu sebuah potensi bagaimana caranya air itu bisa dikembangkan menjadi nilai lebih," ujarnya.

Karena, masyarakat Bangkalan ini mayoritas petani maka kita kembangkan hasil pertanian kita menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Tentunya harus dilakukan kerjasama bukan mengerjai sesama.

"Tentunya harus saling menyadari, apalagi kita kedepan akan menghadapi tantangan besar, kita harus mandiri di daerah kita sendiri," pungkasnya.

Menjadi wakil rakyat dari partai Berkarya dirinya akan memberikan sentuhan baru untuk memberdayakan masyarakat. Tentunya harus ada sinergi antar lapisan. Tidak hanya berangkat dari masyarakat tapi pemerintah juga bersama-sama terbangun untuk mulai bangkit dari ketidakberdayaan selama ini.

"Tidak bisa kita berangkat dari Button up atau top down saja, keduanya harus saling menyadari dan bergerak bersama," ucapnya.

Oleh sebab itu harus ada sistem pendampingan kepada masyarakat untuk diransang agar dapat berfikir kreatif dan inovatif. "Tujuan kita ini ingin mandiri dan berdaya saing disegala hal," tuturnya.

Bukan tanpa alasan, wanita lulusan SDN Pekadan 02 , Galis Bangkalan tahun 2008/2009, dan MTS Al-Ibrohimy namun mutasi ke Al-Ma'arif Bangkalan tahun 2011/ 2012, serta SMA Darul Ulum 3 Bilingual Peterongan Jombang tahun 2016/2017 itu, adalah anak dari mantan ketua komisi A DPRD Bangkalan (Kasmu) yang sudah terbiasa diberi pengetahuan politik oleh ayahnya sendiri. (mp/sur/rul)