KPU Bangkalan Beri Klarifikasi Soal Pengakuan C1 Palsu
Cari Berita

Advertisement

KPU Bangkalan Beri Klarifikasi Soal Pengakuan C1 Palsu

Saturday, 3 August 2019

Foto: Zainal Abidin

BANGKALAN, (Madurapost.co.id) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan, Zainal Abidin memberikan klarifikasi atas viralnya pemberitaan terkait pengakuan data C1 palsu di hadapan para demonstrasi pada hari Kamis (01/08/2019).

Pasalnya, dirinya tidak pernah mengakui dokumen C1 yang di sodorkan pada persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah palsu. Bahkan, ketua KPU Bangkalan lulusan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu menegaskan kalau dokumen tersebut adalah resmi dan legal.

"Menanggapi pemberitaan tersebut tidak benar, semua itu tidak ada perubahan dan revisi sesuai dengan keinginan kita (KPUD)," tegasnya. Sabtu (03/08/2019).

Tidak hanya itu, dokumen C1 tersebut juga sama dengan pihak badan pengawas pemilu (Bawaslu). Dirinya mengaku beberapa kali mengatakan bahwa alat bukti yang disampaikan dari kotak suara yang tersegel.

"Dan itu di buka untuk kepentingan PHPU saja, itupun disaksikan Bawaslu dan pihak kepolisian, setelah itu kita gandakan dan dikembalikan ke kotak suara," jelasnya.

Sebelumnya viral terkait pemberitaan terkait hilangnya perolehan suara Caleg DPR RI Dapil Jatim XI Moh Nizar Zahro, Ahirnya KPU Kabupaten Bangkalan mengakui bahwa data C1 yang di upload di Situng KPU sama dengan data C1 yang dimiliki oleh Nizar Zahro.

Hal itu menunjukan bahwa data C1 yang diajukan KPU Bangkalan Dalam Sidang gugatan Di MK Adalah Palsu. Karena Data C1 Yang Di uploud ke Situng KPU berbeda dengan data yang diserahkan KPU dalam sidang MK.

Adapun data C1 Yang dimiliki oleh Nizar Zahro adalah Data C1 yang diperoleh dari para saksi dan sama seperti Data C1 yang di upload dalam situng KPU.

Demikian itu disampaikan Komisioner  KPU Bangkalan (Zainal) saat menemui peserta aksi dari BERAKSI (Barisan Rakyat Kawal Demokrasi) saat melakukan demontrasi di depan KPU Bangkalan, Kamis, (01/08/2019)

" ya benar, C1 yang benar adalah C1 yang di upload di situng" Kata Zainal

Pernyatan zainal yang membenarkan C1 yang di upload di situng, tidak secara langsung membenarkan bahwa C1 yang di jadikan bukti Di MK adalah benar dan asli. Sedangkan C1 milik KPU yang dijadikan bukti di MK adalah Palsu.

Demikian disampaikan Khairul yang juga merupakan tim sukses dari Nizar Zahro asal pamekasan yang juga mengikuti aksi Dari Barisan rakyat kawal demokrasi.

"Kalau yang benar adalah C1 yang di uploat di situng, Berarti C1 yang dijadikan bukti di MK adalah palsu, karena C1 yang diajukan KPU bangkalan Di MK tidak sama. Justru yang di upload di situng KPU sama seperti milik Nizar" Kata Khairul.(mp/zan/rul)