Klaim PAD Parkir Berlangganan Pinggir Jalan Capai Rp 100 Juta
Cari Berita

Klaim PAD Parkir Berlangganan Pinggir Jalan Capai Rp 100 Juta

Tuesday, 20 August 2019

Petugas jukir mengawal pengendara menyeberang di jalan Panglima Sudirman, kecamatan Kota.(Foto: Zainal Abidin/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang telah menerapkan sistem pengelolaan parkir berlangganan di pinggir jalan. Meski sistem tersebut belum lama diterapkan, dishub mengklaim jika pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir berlangganan sudah mencapai Rp 100 juta.

Kepala Dishub Sampang M. Zuhri mengatakan, penerapan parkir berlangganan dimulai pada 1 Agustus 2019. Pihaknya bekerjasama dengan Polres Sampang,  dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi Jawa timur (Jatim). Hingga saat ini, penerapan parkir berlangganan berjalan dengan baik dan sesuai degan perencanaan.

"Terhitung mulai 1 - 15 Agustus PAD parkir berlangganan sudah mencapai Rp 100 juta. Dana itu langsung masuk kas daerah (Kasda)," ujarnya. Selasa (25/08/19).

Dia menyampaikan, parkir berlangganan hanya diterapkan di lokasi parkir di pinggir jalan. Sementara, untuk tempat parkir yang ada di dalam seperti di dinas, rumah sakit, dan pasar itu namanya parkir khusus.Tempat parkir khusus dikelola dinas atau pihak terkait.

"Selama ini kami tidak tahu tentang bagaimana pengelolaan parkir khusus. Karena itu di luar kewenangan kami," katanya.

Parkir berlangganan sudah diterapkan di semua kecamatan. Baik di wilayah selatan maupun pantai utara (pantura). Semua tempat parkir di pinggir jalan sudah ada petugas juru parkir (jukir) dan dilengkapi dengan rambu.

Pihaknya akan berupaya maksimal dalam  penerapan parkir berlangganan di Kota Bahari. Salah satunya, dengan melakukan evaluasi dan memberikan pembinaan kepada jukir, dan memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya, agar retribusi parkir bisa mencapai target. "Kalau ada petugas jukir pinggir jalan yang masih menarik retribusi. Segera laporkan ke dinas," pintanya. (mp/zen/rul)