Ikuti Intruksi Presiden, Kades Tamberu Daya Sampang Bagikan Sertifikat Tanah Gratis
Cari Berita

Ikuti Intruksi Presiden, Kades Tamberu Daya Sampang Bagikan Sertifikat Tanah Gratis

Thursday, 29 August 2019

Prosesi Pemberian Serifikat Tanah Secara Simbolis oleh BPN Sampang (Haris Suharto) Didampingi Forkopimcam Sokobanah. 

SAMPANG, Madurapost.co.id - Dalam rangka mengikuti Instruski Presiden (Inpres) sesuai dengan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diseluruh wilayah Indonesia, maka Pemerintah Desa Tamberu Daya Kecamatan Sokobanah turut ikut dalam menyukseskan progaram tersebut.

Sebanyak lebih kurang 1150 bidang tanah di daftarkan ke Badan Pertanahan Nasional.

Menurut Kepala Desa Tamberu Daya, Slamet Heriyanto,setelah didaftarkan beberapa bulan lalu kini sebanyak 280 sertifikat sudah selesai dan di bagikan langsung kepada masyarakat Tamberu Daya Sokobanah Sampang, Kamis (29/08/2019).

“Alhamdulillah dari total 1.150 sertifikat yang kami ajukan, hari ini sebanyak 280 sertifikat telah di serah terimakan kepada pemiliknya. Insya allah yang lain akan segera menyusul, do'akan kami semoga sisanya segera selesai,” harapnya.

Lebih lanjut Kades Slamet menambahkan, pembagian sertifikat tanah gratis ini sebagai wujud kepedulian pemerintah melalui Kepala Desa terhadap masyarakat Tamberu Daya.

“Kita ingin agar seluruh tanah milik masyarakat Tamberu Daya memiliki sertifikat sehingga aset paling berharga milik masyarakat ini terhindar dari masalah di kemudian hari,” imbuhnya.

Kegiatan PTSL disambut antusias oleh masyarakat setempat. Salah satunya Abdul Adzim warga Dusun Nongkesan yang ikut memdaftarkan tanahnya dalam program PTSL. Menurutnya program tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat. 

“Sebagai masyarakat kami sangat antusias dengan program sertifikat gratis ini, pelayanan yang diberikan oleh Kepala Desa sangat memudahkan kami mendapatkan sertifikat. Bayangkan bagaimana jika kami mengurus sertifikat sendiri pasti sangat kesulitan dan butuh biaya yg besar,” paparnya. 

Sementara itu menurut  Bidang Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sampang, Haris Suharto menuturkan program PTSL tersebut hanya sebagian desa yang mendapatkan jatah.

"PTSL ini beda dengan program prona,kalau prona hanya sebagian bidang tanah yang mendapatkan jatah pengukuran,akan tetapi kl PTSL secara keseluruhan di desa tersebut," tuturnya.

"Akan tetapi kalau PTSL di Sampang hanya sebagian yang mendapatkan jatah dan salah satunya yang beruntung Tamberu Daya," pungkasnya. (mp/zen/rus)