Dua Tahun, Pengajuan Program Pemeliharaan Halte Ditolak. Pemkab Prioritaskan Pemasangan PJU
Cari Berita

Dua Tahun, Pengajuan Program Pemeliharaan Halte Ditolak. Pemkab Prioritaskan Pemasangan PJU

Wednesday, 28 August 2019

Halte di Kecamatan Ketapang yang tidak terawat. Nampak Seorang pelajar sedang menunggu taksi

SAMPANG, Madurapost.co.id - Keberadaan halte di Sampang tidak mendapatkan perhatian pemkab. Buktinya, banyak halte rusak dan tak terawat, parahnya lagi selama ini Dinas Perhubungan (Dishub) tidak pernah menganggarkan dana untuk pemeliharaan aset tersebut.

Data Dishub Sampang menyebutkan, halte di Kota Bahari berjumlah 14 titik. Perinciannya, tujuh halte di Kecamatan Kota Sampang. Sementara sisanya tersebar di kecamatan Camplong, Torjun, Tambelangan, Robatal, Ketapang, dan Banyuates. Saat ini, kondisi sebagaian halte sudah rusak, seperti halte di Jalan Diponegoro dan Syamsul Arifin.

Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang Her Budianto mengatakan, selama ini Instansinya berupaya membangun halte di seluruh kecamatan. Setiap wilayah dibangun minimal satu halte. Pembangunan halte ditempatkan di depan kecamatan, sekolah, dan pasar. Tujuannya, memberikan pelayanan kepada masyarakat.

" Pembangunan halte terus diprogramkan. Kami ingin di setiap kecamatan ada halte supaya masyarakat bisa terlayani," katanya. Rabu (28/08/19).

Heri membenarkan bahwa saat ini kondisi sebagai halte sudah rusak dan tak terawat. Meski demikian, dishub tidak bisa melakukan perbaikan dan pemeliharaan karena tidak ada anggaran.

" Selama ini kami tidak pernah menganggarkan dana untuk program pemeliharaan halte," jelasnya.


Dia mengungkapkan, pada 2017-2018 pihaknya sudah mengajukan anggaran Rp 60 juta kepada Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang untuk program pemeliharaan halte. Tapi, pengajuan tersebut ditolak. Pemkab memprioritaskan program pemasaran lampu penerangan jalan umum (PJU) dan rambu lalulintas.

" Sebenarnya kami ingin memperbaiki halte yang sudah rusak. Tapi mau bagaimana lagi kalau anggaranya tidak ada, semoga tahun depan ada pos anggaran untuk pemeliharaan halte," ujarnya.

Muadi, 31, warga kecamatan Kedungdung mengaku senang dengan keberadaan halte di wilayahnya. Halte sangat membantu warga dan siswa saat menunggu angkot, juga bisa menjadi tempat istirahat bagi para pengendara. Dia berharap pemkab bisa merawat fasilitas tersebut dengan baik. Jika tidak khawatir halte itu cepat rusak.

"Eman-eman kalau halte tidak dirawat, karena untuk membangunnya pasti mengeluarkan dana yang cukup besar," tandasnya. (mp/zen/rus)