Disdik Sampang Belum Punya Data Siswa Tak Naik Kelas. Pemerhati Pendidikan Angkat Bicara
Cari Berita

Disdik Sampang Belum Punya Data Siswa Tak Naik Kelas. Pemerhati Pendidikan Angkat Bicara

Saturday, 24 August 2019

Siswa SD Dikecamatan Kota Sampang sedang membaca buku di Perpustakaan
SAMPANG, Madurapost.co.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang hingga saat ini tidak memiliki data siswa sekolah dasar (SD) yang tidak naik kelas. Padahal, setiap tahun pasti ada siswa SD di Kota Bahari  yang tak naik kelas.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Ahmad Mawardi mengatakan, tidak semua siswa SD naik kelas. Terdapat sejumlah penilaian bagi siswa untuk bisa naik kelas. Di antaranya, siswa harus memenuhi semua kriteria ketentuan minimal (KKM). Siswa juga harus mampu mengumpulkan nilai yang baik.

"Meliputi penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik," katanya kepada Madurapost. Sabtu. (24/08/19).

Disdik belum pernah melakukan pendataan terhadap siswa SD yang naik kelas dan tidak naik. Setiap tahun pasti ada siswa yang tidak naik kelas karena KKM yang tidak tuntas, dan nilai yang didapat rendah.

Pria yang akrab disapa Wawang itu menyampaikan, penentuan siswa tidak naik kelas sepenuhnya merupakan kewenangan sekolah masing-masing. Tapi, selama ini tidak ada amanat bagi sekolah untuk tidak menaikkan siswanya. Dengan catatan,  siswa tersebut memenuhi semua kriteria penilaian dan mengikuti kegiatan pembelajaran minimal 75 persen. 

"Kalau nilianya bagus dan selalu aktif ikut pembelajaran atau tidak pernah bolos. Maka siswa itu wajib naik kelas," ucapnya.

Kendati siswa yang tidak naik kelas tidak terdata, Mawardi mengklaim bahwa persoalan tersebut bukan merupakan kelalaian disdik dalam menjalankan program Pendidikan. Akan tetapi, akibat ketidaktertiban pihak sekolah untuk melapor ke disdik.

Apalagi, saat ini kantor UPT pendidikan sudah tidak ada, sehingga data siswa tidak naik kelas hanya ada di sekolah. "Kami akan meminta sekolah aktif melaporkan siswa yang tidak naik kelas dalam setahun," janjinya.

Solehuddin, toko pemerhati pendidikan di Sampang mengatakan, Disdik perlu memiliki data siswa yang tidak naik kelas baik SD maupun SMP. Data itu untuk mengetahui tingkat keberhasilan pendidikan. Dia meminta agar disdik melakukan pendataan ke semua sekolah. Tujuannya, untuk mengetahui upaya selanjutnya yang akan dilakukan dalam menangani dan mendidik siswa yang tidak naik kelas.

"Disdik juga harus melakukan evaluasi terkait dengan sistem pembelajaran yang dijalankan di sekolah itu. Jangan-jangan siswa itu tidak naik karena guru kurang maksimal dala mengajar," kata warga asal Kecamatan Camplong itu.

Menurut dia, lembaga pendidikan SD merupakan fondasi awal untuk mencetak generasi pintar dan cerdas. Oleh karena itu, sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah harus maksimal. Terutama, dalam hal kualitas guru dalam mengajar atau menyampaikan materi kepada siswa.

"Kualitas dan profesionalitas guru merupakan  tolok ukur utama keberhasilan pendidikan," tukasnya. (mp/zen/rus)