Diduga Manipulatif Suara Pemilu, Ribuan Massa Gruduk Kantor KPU dan Bawaslu di Bangkalan
Cari Berita

Advertisement

Diduga Manipulatif Suara Pemilu, Ribuan Massa Gruduk Kantor KPU dan Bawaslu di Bangkalan

Thursday, 1 August 2019

Dok, BERAKSI saat menyampaikan orasi didepan kantor KPU Kabupaten Bangkalan, Kamis, 01/08/2019)

BANGKALAN, Madurapost.co.id - Pemilu 2019 menyisakan sebuah citra buruk bagi sejarah demokrasi di kabupaten Bangkalan,Madura. Perolehan hasil suara PEMILU 2019 diduga telah diciderai dengan praktek manipulatif pergeseran suara yang membuat merugikan salah satu Calon Legislatif DPR RI daerah pemilihan (DAPIL)  XI Jawa Timur.

Calon legislatif dari Partai Gerinda DPR RI Dapil XI Moh. Nizar Zahroh diduga suaranya di rampok untuk dipindahkan ke calon legislatif DPR RI dari Partai politik tertentu. Tidak tangggung-tanggung suara Nizar Zahroh hilang sebanyak 58.690-an suara di Kabupaten Bangkalan.

"kalau dari C1 kami sebagai pemohon itu ,suara kami di Kabupaten Bangkalan sebanyak 58 ribuan sekian. Sudah mempunyai C1 sendiri. C1 kami asli sama dengan suara yang ada di situng KPU sedang KPU sendiri tidak dapat membantah ketika sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi" Tutur Nizar

Atas kejadian tersebut,  ribuan massa bersama Barisan Rakyat Kawal Demokrasi (BERAKSI)  melakukan aksi unjuk rasa ke kantor KPU dan Bawaslu di Kabupaten Bangkalan. Kamis, 01/08/2019

Menurut Kordinator Korlap BERAKSI (Barisan Rakyat Kawal Demokrasi) Hairus Zaman menjelaskan agenda aksi unjuk rasa yang di laksanakan ke kantor KPU dan Bawaslu pada hari Kamis tanggal 01 Agustus 2019 untuk menujukkan bahwa KPU dan Bawaslu di Bangkalan diduga telah menciderai dan menodai kedaulatan rakyat.

"hilangnya suara Nizah Zahro sebegitu banyaknya merupakan sebuah potret peristiwa demokrasi yang telah terciderai dan sangat menodai suara rakyat, "tuturnya

"mana mungkin selisih perbedaan suara di  Situng KPU berbeda sangat jauh hasilnya dengan salinan foto copy C1 Hologram KPU. Padahal yang mengupload data ke Situng kan KPU kabupaten. "ujarnya

Lanjut Hairus menjelaskan bahwa tidak mungkin suara sebanyak itu dapat hilang begitu saja, diduga kuat penyelenggara PEMILU di Kabupaten Bangkalan terlibat di dalamnya.

Hairus menghimbau untuk semua elemen masyarakat agar turun bergabung bersama-sama dalam gerakan ini, agar para penyelenggara PEMILU yaitu KPU dan Bawaslu di Kabupaten Bangkalan segera berbenah.

"Kami pun juga menghibau dan mengajak kepada siapapun untuk bergabung dalam gerakan ini, karena  ini merupakan gerakan moral. Supaya Penyelenggara Pemilu tidak main main dengan yang namanya suara rakyat"katanya. (mp/liq/zul)