Diduga Beraviliasi Dengan Isis, Seorang Warga Kabupaten Sumenep Serang Anggota Polsek Wonokromo
Cari Berita

Diduga Beraviliasi Dengan Isis, Seorang Warga Kabupaten Sumenep Serang Anggota Polsek Wonokromo

Sunday, 18 August 2019

Pelaku penyerang anggota Polsek Wonokromo, Setelah berhasil dilumpuhkan

SURABAYA, Madurapost.co.id - Anggota Polsek Wonokromo Surabaya Aiptu Agus Sumartono diserang oleh orang tak dikenal.

Kejadian tersebut bermula saat seorang tamu yang tak dikenal memasuki Mapolsek untuk melapor. Seperti biasa, tamu dipersilahkan masuk ke ruang SPKT untuk mengutarakan apa maksudnya.

Namun saat duduk di ruang SPKT, tamu tersebut melompat dan menyerang salah seorang anggota Polsek dengan menggunakan senjata tajam jenis Clurit.

Akibat serangan pelaku, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di tangan, kepala dan pipi bagian kiri.

Karena diserang secara tiba-tiba, Aiptu Agus Sumarsono lantas meminta pertolongan kepada anggota lainnya.

Mendengar teriakan Aiptu Agus, anggota satuan reskrim polsek setempat datang menolong dan sempat memberikan tembakan. Pelaku kemudian dapat dilumpuhkan.

Dugaan sementara dari informasi yang dihimpun, pelaku tersebut berenisial IM merupakan Imam Musthofa, yang lahir di Sumenep, 15 Juli 1988. Saat ini, Imam diketahui tinggal di sebuah rumah kost di Jalan Sidosermo Surabaya.

Di kosnya, Imam tinggal bersama seorang istri dan dua anak. Sehari-hari, Imam bekerja sebagai penjual jajanan sempol, sementara istrinya berjualan makaroni.

Pada saat itu juga Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si,. terjun langsung untuk melakukan pengecekan ke Markas Polsek Wonokromo. Dirinya membenarkan kalau Mapolsek Wonokromo diserang oleh tamu yang tak dikenal dan pura-pura mau membuat laporan.

"Benar, ada penyerangan kepada seorang Anggota Polsek Wonokromo,"kata Luki Hermawan, Sabtu (17/08/19).

Pelaku penyerangan, kata Luki Hermawan melanjutkan, berhasil diringkus dan diamankan untuk dimintai keterangan, apa maksud dan tujuan melakukan penyerangan kepada salah seorang anggota polsek.

“Saat ini pelaku sudah berhasil kami amankan dan selajutnya kami akan interogasi untuk mengetahui apa motif pelaku melakukan penyerangan kepada Polisi khusunya personel Polsek Wonokromo,” imbuhnya

Luki Hermawan menambahkan, saat ini Mapolsek Wonokromo dijaga ketat oleh Satuan Shabara dan personel lainnya, antisipasi terjadinya penyerangan berikutnya.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, hingga saat ini kami telah menyiagakan Satuan Shabara dan di bantu personel lainnya,” tambahnya.

Sementara barang bukti (BB) yang berhasil diamankan, lanjut Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si,. Dalam olah TKP ditemukan Pisau, Celurit, Ketapel dengan amunisi kelereng, Senpi gas airgun warna hitam, kaos warna hijau, alat mandi, tas ransel hitam dan dua lembar kertas foto copy yang mirip dengan bendera ISIS.

"Polisi berhasil mengamankan barang bukti penyerangan anggota polsek," pungkasnya. (mp/rai/rus)