Bukan Berisi Barang Dagangan, Kios Pasar Pakong Berisi Kotoran Manusia
Cari Berita

Bukan Berisi Barang Dagangan, Kios Pasar Pakong Berisi Kotoran Manusia

Thursday, 8 August 2019

Salah satu kios di pasar Pakong yang terlihat ada kotoran manusia,(Foto: Abd Choliq)

PAMEKASAN, (Madurapost.co.id) - Pemerintah Kabupaten Pamekasan di nilai tidak becus dalam mengelola Pasar Pakong oleh pedagang dan masyarakat,Kamis (08/08/19).

Pemerintah Kabupaten Pamekasan khususnya Dinas Perdagangan sampai saat ini masih belum meresmikan bangunan baru dari Pasar Pakong dengan alasan kekurangan

Pasar Pakong yang sudah berdiri sejak 5 tahun silam dan menghabiskan anggaran milliyaran rupiah tersebut ternyata belum bisa digunakan oleh para penjual di Pasar Pakong sampai sekarang, Bahkan kios yang berada di Pasar Pakong saat ini hanya dihuni oleh kotoran manusia.

Selain itu beberapa fasilitas pasar pakong juga sudah banyak yang rusak seperti atap pasar yang sudah banyak bocor dan dinding bangunan yang banyak retak

Pasar yang sejatinya bisa di buat untuk berniaga oleh masyarakat umum namun tidak dengam pasar pakong yang hanya menjadi hiasan bahkan bisa di katakan pasar hantu seperti yang di utarakan oleh salah satu masyarakat yang belanja di pasar pakong (misnatun)

"Pasar ini hanya jadi pajangan aja karena tidak kunjung di resmikan padahal sudah lama selesai,paling yang jualan hantu dan ta*k dan kencing (kotorongan manusia) saja"tegasnya

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganagan (Disperidag) Pamekasan (Bambang Edy Suprapto),tidak kunjung di bukanya kios di pasar pakong pihaknya berasalan jumlah kios yang masih kurang

"Jumlah Kios di pasar pakong masih 429,Sedangkan jumlah pedagang yang terdaftar sebanyak 693 jadi kita masih kukurangan kios (mp/liq/red)