Anggaran Revitalisasi Pasar Sentol Kedungdung Capai Rp 1,7 Miliar
Cari Berita

Advertisement

Anggaran Revitalisasi Pasar Sentol Kedungdung Capai Rp 1,7 Miliar

Wednesday, 14 August 2019

Proses pengerjaan proyek revitalisasi pasar sentol, kecamatan Kedungkandang. 
SAMPANG, Madurapost.co.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang menjalankan program revitalisasi Pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung. Anggaran dalam program tersebut Rp 1,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019.

Kepala bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang, Sapta Nuris Ramlan, mengatakan, program revitalisasi pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung bertujuan menciptakan pasar tradisional yang bersih, sehat, dan nyaman. Hal itu seiring dengan komitmen Kementerian perdagangan yang menginginkan semua pasar di daerah memiliki bangunan layak dan bagus.

"Saat ini proyek tersebut sudah dimulai. Masa kontrak kerja dimulai dari19 Juli sampai 15 Desember 2019," katanya Rabu (14/08/19).

Dana tersebut akan digunakan untuk merenovasi kios dan los di pasar tersebut yang sudah rusak. Namun, tidak semua kios dan los bisa direnovasi. Sebab, anggaran pembangunan terbatas.

"Kalau dikalkulasi kita hanya merenovasi sekitar sepertiga dari jumlah kios dan los di pasar itu. Itu sudah sesuai dengan anggaran yang ada," ucapnya.

Menurut dia, setiap tahun lembaganya berupaya merenovasi dan membangun pasar tradisional di Kota Bahari. Program revitalisasi tersebut bertujuan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar. Selain itu untuk meningkatkan kualitas pasar agar lebih baik. Baik dari segi infrastruktur maupun kondisi lingkungan.

Dengan begitu, pedagang dan pengunjung pasar lebih aman dan nyaman saat melakukan aktivitas jual beli. "Secara bertahap, kami akan melakukan program revitalisasi di semua pasar tradisional. Agar pasar bisa semakin maju dan bersaing dengan pasar modern," ujarnya.

Pihaknya berharap kepada pelaksana proyek tersebut agar profesional dalam mengerjakan pembangunan. Pengerjaan harus sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan proyek harus selesai tepat waktu.

"Rekanan harus lebih megedapankan kualitas bangunan. Karena nanti ada evaluasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jika tidak sesuai rekanan akan dikenai sangsi atau denda," terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengaku, tidak mengetahui terkait dengan adanya program revitalisasi Pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung. Sebab, hingga saat ini belum ada pembahasan bersama dinas terkait mengenai program itu.

"Sepengetahuan saya rencana proyek itu tidak dibahas di tingkat komisi. Mungkin langsung dibahas di Banggar," tuturnya.

Politikus Partai Hanura itu meminta agar proyek tersebut berjalan maksimal. Dinas terkait harus aktif melakukan pengawasan, mulai dari tahap pengerjaan hingga finishing. Tujuannya, agar kualitas bangunan bisa sesuai dengan standar pemerintah.

"Kami tidak ingin proyek itu dikerjakan asal-asalan. Yakin asal tempel asal jadi," tandasnya. (mp/zen/rus)