Anggaran Pengadaan Buku Perspustakaan Bangkalan jadi Cemohan Netizen
Cari Berita

Anggaran Pengadaan Buku Perspustakaan Bangkalan jadi Cemohan Netizen

Thursday, 29 August 2019

Moch. Musleh Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Bangkalan. (Foto: Suryadi Arfa/Biro Bangkalan/).
BANGKALAN, Madurapost.co.id - Melihat fasilitas buku yang ada di Perpustakaan Bangkalan membuat tanda tanya besar. Sejauh mana kinerja dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan selama ini, Rabu (29/8/19).

Hal itu melihat terbatasnya pengadaan buku yang ada di perpustakaan. Sehingga membuat banyak mahasiswa dan pelajar yang harus kembali dengan menggigit jari saat tidak menemukan buku yang dibutuhkan.

Demikian disampaikan oleh Yadi pengunjung perpustakaan, saat ingin mencari referensi untuk sumber data, namun tidak mendapatkan.

"Niatnya saya ingin membaca dan mencari referensi, tapi ketersediaan bukunya sangat minim," paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangkalan Moch. Musleh menjelaskan pengadaan buku yang tidak banyak disebabkan oleh anggaran yang kecil.

"Anggaran Tahun 2018 untuk buku Rp 50 juta, sedangkan untuk 2019 masih menunggu Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 43 juta dengan jumlah pengadaan sebanyak 400 eksemplar buku," tanggapnya.

Di sisi lain Ketua Yayasan Al-Ibrohimy itu menanggapi cemohan netizen yang beredar di media sosial (medsos) yang berbunyi "Dinas paling tak jelas, apa mungkin karena kepalanya bukan termasuk kalangan pencinta literasi ya, kok koleksinya tak update," ujar di media sosial Facebook atas nama Mathur.

"Itu semua akan kami jadikan masukan dan motivasi untuk memperbaiki perpustakaan yang ada di sini, karena saya masih baru di sini, baru menjabat 1 Agustus 2019 kemarin. Karena banyak yang harus dibenahi," kilah Moch. Musleh saat ditemui wartawan di ruangan kerja untuk menanyakan kebenaran isu yang beredar. (mp/sur/rul)