Alumni MAN Minta Oknum Demontrasi Siswa Dilaporkan
Cari Berita

Alumni MAN Minta Oknum Demontrasi Siswa Dilaporkan

Friday, 9 August 2019

Saat para alumni mendatangi Kepala MAN Bangkalan

BANGKALAN, (Madurapost.co.id) - Kementrian Agama kabupaten Bangkalan akan menindaklanjuti oknum-oknum yang berkepentingan di belakang aksi demo. Jumat,(9/8/19).

Aksi demo yang sempat viral pada beberapa waktu lalu menggugah alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model untuk klarifikasi kebenaran dengan cara mendatangi sekolah dan Kemenag Kabupaten Bangkalan.

Mahmudi Alumni MAN Bangkalan menyampaikan, dengan terjadinya aksi demo menandakan bahwa ada oknum yang bermain dibelakang, ia juga memberi apresiasi terhadap siswa yang sudah berani mengatakan pendapat di depan publik, karena itu semua sebagai bentuk protes walaupun ditunggangi. Karena tidak mungkin siswa akan melakukan demo jika tidak ada dalangnya

Karena sekitar 80 persen dari jumlah guru sebanyak 44 telah melakukan bisnis dengan modus menjual buku seharga Rp 1,2 juta dari total 17 buku kepada siswanya.

“Saya merasa miris serta punya tanggung jawab untuk menjaga marwah MAN, karena saya alumni disini,” ujarnya dengan berapi-api di hadapan kepala sekolah dan stafnya

Bahkan ia mengancam, agar kepala sekolah melaporkan oknum yang terlibat di dalamnya. Untuk kebaikan MAN bangklan kedepannya. jika pihak sekolah tidak mau melaporkan oknum tersebut, maka pihaknya yang akan melaporkan oknum yang tak bertanggung jawab.

"karena saya memiliki data siapa saja yang terlibat didalamnya," imbuhnya.

Moh Ali Wafa selaku kepala sekolah MAN Bangkalan membenarkan adanya oknum di balik demo siswa tersebut.

“Seratus persen siswa itu tidak akan melakukan itu kalau tidak ada yang mendukung mereka dari belakang, pergerakan mereka benar-benar rapi, sehingga tidak terdeteksi,” ujarnya saat memberikan penjelasan didepan awak media.

Ditegaskan juga oleh Ach. Mujalli selaku Kepala Kementrian Agama kabupaten Bangkalan bahwasannya pihaknya akan menindaklanjuti oknum yang bersangkutan.

"Oknum-oknum itu pasti dari dalam tidak mungkin dari luar, apa permasalahannya kok sampai terjadi seperti itu," ujarnya saat ditemui di kantornya. (mp/sur/rul).