Aktifis Asal Angsanah Palengaan Gugah Relawan Untuk Bantu Dhuafa' di Desanya
Cari Berita

Aktifis Asal Angsanah Palengaan Gugah Relawan Untuk Bantu Dhuafa' di Desanya

Sunday, 18 August 2019

Joni Iskandar Aktivis Muda Desa Angsanah Saat memberi Bantuan Ke Warga Pra Sejahtera

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Tim Juma'at Berbagi kembali melakukan kegiatan sosial kepada beberapa warga pra sejahtera, di dua Dusun yakni Dusun Beringin dan Dusun Nyato Desa Angsanah Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur. Ahad, (18/08/19).

Kegiatan kali ini merupakan serangkaian kegiatan dan lanjutan program berbagi yang pernah dilakukan pada hari sebelumnya yang berupa pemberian santunan sembako kepada sejumlah warga yang tergolong keluarga kurang mampu.

Turut serta dalam kegiatan tersebut Tokoh Pemuda Desa setempat, Aktivis dan pemerhati sosial, serta beberapa awak media dari Media Cetak dan online.

Menurut pantauan Madurapost.co.id ternyata masih banyak potret memilukan dibalik slogan "memberantas kemiskinan, dan kesejahteraan yang merata," ternyata hanyalah menjadi sebatas pemoles dan tabir penutup bagi sisi lain kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya keluarga tidak mampu yang luput dari pantauan pemerintah. Sehingga tak jarang dari mereka yang luput dari sentuhan program Bantuan Sosial (Bansos) pemerintah, ataupun dana Lain yang katanya terbilang sangat signifikan.

Seperti yang dialami oleh Ibu Sariyah (54) warga Dusun Beringin. Perempuan paruh baya tersebut hidup sebatang kara, dirinya tinggal di sebuah rumah yang sudah tidak layak huni, atapnya hancur hingga jika musim penghujan tiba maka alamat seisi rumah akan tergenang air. Dinding rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu sudah hancur dan bolong dari semua sudut dan tempat tidurnyapun sudah rapuh.

Kondisi ini tentu saja membuat siapa yang datang hanya mampu gigit bibir, karna dibalik program pengentasan kemiskinan ternyata ada ketimpangan sosial yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi para pemangku kebijakan di negeri ini.

Kepada media Ibu Sariyah mengaku bahwa, baru-baru ini sudah mendapatkan bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH).

"Engghi olle berras pak ri'bari'in panika dukaleh (Ya kemaren-kemaren dapat beras pak dua kali) bantuan beras dari PKH," Katanya.

Iapun berterima kasih kepada Tim Jumaat Berbagi yang sudah sudi mendatangi dan memberikan bantuan sembako yang sudah diterimanya.

"Mator Sakalangkong pak (Terimakasih pak) ampon aghebey kaulah bhunga (sudah membuat saya senang) Panikah sanget amanfaat dha' kaulah pak (ini sangat bermanfaat bagi saya pak),"ucapnya senang

Salah seorang aktivis Sosial Pamekasan, Mashudi berharap agar pemerintah sudi memberikan bantuan bedah rumah bagi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada beberapa nama yang sudah sepantasnya mendapatkan.

"Tentu kami harap pemerintah turun langsung dan sudi memberikan bantuan bedah rumah bagi nama-nama yang sudah kami data ini mas," (mp/nal/red).