Terkait Dugaan Pemotongan Uang Pemilu di Sokobanah Sampang, Salah Satu Anggota PPK Intervensi Wartawan
Cari Berita

Advertisement

Terkait Dugaan Pemotongan Uang Pemilu di Sokobanah Sampang, Salah Satu Anggota PPK Intervensi Wartawan

Wednesday, 17 July 2019

Terkait Dugaan Pemotoan Uang Pemilu di Sokobanah Sampang, Salah Satu Anggota PPK Intervensi Wartawan.


SAMPANG, (madurapost.co.id) - Misbahul Munir salah satu anggota PPK Sokobanah mengintervensi salah satu wartawan yang menulis pemberitaan tentang "dugaan pemotongan anggaran uang pemilu" melalui pesan Whatsappnya. Selasa (16/07/2019).

Dalan pesannya Misbahul Munir mengatakan 

"Kalau PPK dilaporkan dan hal itu tidak benar maka yang pernah menerima uang dari PPK juga kena, termasuk LSMnya, Polisinya, camatnya, panwasnya dan semuanya".

Selain Itu juga Misbahul Munir mengatakan dalam chat pribadinya kepada salah satu wartawan Madurapost.co.id,

"si PPK itu saya HMI, Sahid HMI,dahlan tetangga kamu,masak ea demi kepentingan berita kamu mau mengorbankan hal kurang sesuai".

Padahal dalam keterangan Sahid ketua PPK Sokobanah mengatakan saat dimintai keterangan oleh wartawan Madurapost.co.id l,membenarkan kalau anggaran uang Pengadaan Tempat adalah satu Juta enam ratus ribu rupiah.

"Benar Lek anggarannya 1 juta enam ratus rupiah akan tetapi dipotong pajak sekitar 6-7 %," tuturnya.

Akan tetapi pernyataan Sahid tidak sesuai dengan pernyataan Abdul Halim yang merupakan salah satu anggota PPS Bira Tengah,menurutnya Uang Pengadaan Tempat hanya delapan ratus ribu rupiah.

"Uang untuk pengadaan tempat hanya 800 ribu dan di kasih pada malam hari sebelum besoknya pemilihan", kata Abdul Halim.

Sampai berita ini diterbitkan,belum ada konfirmasi yang jelas dari ketua KPU Sampang,saat di hubungi via telepon selulernya tidak di angkat dan pesan Whatssapp juga tidak balas. (mp/ron/zul)