KKN Posko 35 Unira Gandeng FRPB Pamekasan Simulasikan Penanggulangan Bencana
Cari Berita

Advertisement

KKN Posko 35 Unira Gandeng FRPB Pamekasan Simulasikan Penanggulangan Bencana

Sunday, 7 July 2019

Peserta KKN posko 35 Unira saat acara sosialisasi penanggulangan bencana di desa kertagena laok kecamatan kadur 

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 35 Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan menggelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Desa Kertagenah Laok Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur. Sabtu, (6/7/19).

Dalam sosialisasi penanggulangan bencana tersebut, KKN Posko 35 UNIRA bekerja sama dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan.

Hadir dalam sosialisasi tersebut diantaranya, Nara Sumber dari FRPB Budi Cahyono, Syamsul Hdayat, KPM IAIN Madura, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta puluhan warga setempat.

Syamsul Hidayat, Ketua Koordinator Desa (Kordes) mengatakan, kegiatan tersebut bekerja sama dengan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) dan BPBD Pamekasan. Dirinya berharap, kedepan masyarakat dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana.

"Kami berharap, agar masyarakat selalu siap siaga terhadap bencana. Masyarakat juga mampu melakukan tindakan seperti pertolongan pertama, pencegahan dan penanggulangan bencana yang kemungkinan besar terjadi,"ucapnya.

Sementara itu, Budi Cahyono, selaku koordinator FRPB mengatakan, sosialisasi ini digelar agar semuanya tahu terhadap risiko apa disekitarnya dan faham apa solusinya dalam menangani bencana tersebut.

"Untuk memberikan pengetahuan mengenai dimana posisi kita, serta risiko apa yang ada di sekitar kita, lalu apa solusinya dalam merespon risiko bencana tersebut,"ucapnya

Menurutnya, Masyarakat wajib tahu dan faham apa yang dilakukan saat gempa bumi, kebakaran gedung, tsunami, banjir bandang, tanah longsor.

"Masyarakat wajib faham, apa seharusnya yang dilakukan ketika terjadi bencana," imbunya

Dirinya menambahkan, Adapun kerusakan dan kerugian akibat bencana tertinggi masih didominasi oleh gempa bumi dan diikuti oleh bencana banjir.

"Sementara ini kerugian di dominasi oleh gempa bumi dan banjir,"pungkasnya.

Selain itu juga, Koordinator FRPB Pamekasan, Budi Cahyono memandu masyarakat untuk melakukan simulasi pemadaman api menggunakan  Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) dan Alat Pemadaman Api Ringan (APAR). (mp/rai/lam)