Belum Dua Tahun, Proyek Peningkatan Jalan di Desa Lembung Timur Sumenep Rusak
Cari Berita

Belum Dua Tahun, Proyek Peningkatan Jalan di Desa Lembung Timur Sumenep Rusak

Saturday, 11 May 2019

Belum Dua Tahun, Proyek Peningkatan Jalan di Desa Lembung Timur Sumenep Rusak. (Foto : Munir/Biro Sumenep)


SUMENEP, Madurapost.co.id - Proyek peningkatan jalan dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 di Dusun Ares Tengah, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah rusak.

Realisasi proyek yang jenis pekerjaannya (ONDERLAAG - SLYTLAAG - LAPEN) dan timbunan yang telah rusak tersebut mengucurkan dana : Rp 71.187.700-, dengan Volume : 2,5 X 135 M dan 2,5 X 5 M yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Bidang Bangunan Desa.

Rusaknya proyek tersebut, diduga pada saat pelaksanaannya dikerjakan asal jadi, sehingga kondisi fisiknya belum dua tahun sudah amburadul dan menjadi polemik di masyarakat setempat.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa dirinya sangat kecewa dan menyangkan hasil proyek yang dananya puluhan juta tersebut belum lama dinikmati sudah rusak.

"Saya dan warga tentunya disini sangat kecewa dan menyayangkan hasil proyek yang Dananya dari Dana Desa tahun anggaran 2018 dan jumlahnya puluhan juta itu belum beberapa tahun masyarakat menikmatinya sudah rusak,"katanya.

Seorang tokoh tersebut juga mengatakan  bahwa dirinya bersama warga setempat akan melakukan pelaporan.

"Saya dan warga disini akan mengambil tindakan yaitu akan melaporkan proyek tersebut kepihak berwajib agar ditindak sesuai hukum yang berlaku,"tegasnya.

Sementara itu, menurut salah seorang pemuda pegiat anti korupsi Sumenep EW mengatakan bahwa proyek Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 tersebut merupakan proyek abal - abal.

"Dari laporan masyarakat setempat, serta dari hasil temuan kami dilapangan, kalau proyek itu kami duga dan kami indisikan proyek tersebut merupakan proyek abal - abal,"ungkapnya.

"Oleh karena itu kami sudah berkodinasi dengan teman - teman yang juga anti korupsi yang lain, akan segera melaporkan dan mengawal kasus tersebut ke Kejaksaan Republik Indonesia Kabupaten Sumenep". Katanya. (mp/nir/zul)