Bantuan PKH tak Sentuh Warga Miskin di Sampang
Cari Berita

Advertisement

Bantuan PKH tak Sentuh Warga Miskin di Sampang

Saturday, 6 July 2019

Tempat tinggal pasangan suami-istri di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, yang luput dari bantuan pemerintah. (Foto: Saman/Biro Sampang) 

Sampang, Madurapost.co.id - Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sampang belum menyentuh warga miskin. Buktinya warga miskin yang hidup di belantaran desa banyak tidak terakomodasi. Seperti yang dialami pasanagan suami-istri K. Rasad dan Nyai Bedriyyeh.

Pasangan ini bertempat tinggal di Dusun Bandan, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah. Warga setempat menyebutkan jika pasangan ini tak mendapatkan perhatian dari pemerintah, seperti bantuan PKH.

Kondisi tempat tinggalnya, sudah tidak layak huni. Mereka tidur di langgar atau musala yang terbuat dari kayu seadanya. Kepada awak media K. Rasad mengungkapkan, dirinya selama hidup tidak pernah mendapat bantuan program pemerintah.

Padahal program menteri sosial tersebut salah satunya untuk masyarakat tidak mampu. "Kalau bantuan PKH saya tidak pernah dapat," tuturnya.

Menurutnya, pekerjaan istrinya setiap hari hanya menjadi petani. "Kalau istri saya tiap hari pekerjaannya jadi petani. Jadi kalau tidak jadi petani mau makan apa," imbuhnya. 

Diketahui, kakek berusia 50 tahun ini sudah lama sakit. Untuk berobot tidak punya uang, ke kamar mandi saja ia harus memakai tongkat kayu. "Sekarang saya tidak bisa bekerja apa-apa. Semoga pemerintah ada yang peduli membantu saya," pintanya.

Sementara itu, Husna selaku pendamping PKH mengatakan, penerima PKH harus bagi orang tidak mampu karena sudah berdasarkan aturan. "Kalau sudah mampu ditarik saja tidak usah diberikan," ungkapnya.

"Jadi yang turun sudah ada yang tidak layak menerima bahkan banyak. Kalau sekedar membantu siap tapi bukan dari program PKH dari lembaga Madura Idea Foundation. Bantuan yang kami bagikan berupa sembako," upayanya.

"Harapan saya dari penerima PKH itu bukan dari perangkat desa bukan dari saya semua data yang ada diperangkat desa dikumpulkan ke Jakarta sehingga di Jakarta di olah dan diacak," pungkasnya. (mp/man/rul)