Bupati Pamekasan Dianggap Berlebihan Promosi Batik Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

Bupati Pamekasan Dianggap Berlebihan Promosi Batik Pamekasan

Saturday, 8 June 2019

Bupati Pamekasan Badrut tamam saat menggunakan pakaian batik

PAMEKASAN, Madurapost.co.id
-Batik merupakan keunggulan kerajinan dikabupaten pamekasan yang tembus kancah internasional. Maka tidak heran setiap pemimpin dikabupaten pamekasan gencar dalam mempromosikan batik dalam setiap even nasional maupun internasional.

Salah satu promo batik yang mencuri perhatian publik adalah program branding batik pada mobil dinas yang dilkukan bupati pamekasan (Badrut Tamam). Bahkan dengan program tersebut diawal kepemimpinan bupati pamekasan langsung mendapatkan Rekor MURI.

Namun masyarakat dikabupaten pamekasan menganggap bahwa program bupati pamekasan untuk mempromosikan batik sebagai Pakaian khas madura dianggap berlebihan.

Hal itu dilihat dari edaran bupati Pamekasan yang meminta para jajaran pemerintah untuk mengenakan pakaian batik saat hari raya idhul Fitri 1440 H.

Bahkan lebih jauh dari itu, rencana bupati pamekasan yang ingin menjadikan batik sebagai sarung bagi laki laki. Mendapat cibiran dari publik dibumi gerbang salam. Karena dianggap akan menyerupai perempuan yang biasa menjadikan batik sebagai Sarung (Pakaian bawah bagi perempuan madura).

Untuk itu Bupati Pamekasan sering menggunakan Sarung Batik sebagai promosi terhadap masyarakat. Namun promosi yang dilakukan Bupati Pamekasan dengan memakai sarung batik dianggap tidak etis dan cenderung menyerupai perempuan.

Abd Hamid salah satu masyarakat Pamekasan mengatakan bahwa promosi batik yang dilakukan Bupati Pamekasan sangat bagus, tapi jangan terlalu berlebihan sampai menjadikan batik sebagai sarung laki laki. Karena akan menyerupai perempuan

" Saya setuju dangan langkah Bupati Pamekasan untuk memajukan batik, Tapi jangan kebablasan sampe bupati harus memakai sarung batik, kayak perempuan aja" Kata Hamid

Cibiran terhadap Bupati Pamekasan tersebut berawal dari ramainya Foto Bupati Pamekasan yang memakai pakaian serba batik, termasuk sarung yang digunakan. Masyarakat menganggap bahwa Sarung batik hanya cocok untuk kaum perempuan, bukan untuk laki laki.(mp/zai/muiz)