Mengancam Nyawa, Plengsengan Abal-Abal di Sampang Sudah Dua Kali Ambruk
Cari Berita

Advertisement

Mengancam Nyawa, Plengsengan Abal-Abal di Sampang Sudah Dua Kali Ambruk

Thursday, 2 May 2019

Mengancam Nyawa, Plengsengan Abal-Abal di Sampang Sudah Dua Kali Ambruk. (Foto: Munir/Istimewa)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Plengsengan ambruk di Jalan Poros Desa, Dusun Angsanah Barat, Desa Blu'uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Plengsengan tersebut sudah dua kali ambruk, yang pertama pada awal tahun 2018 lalu, sedangkan kejadian yang kedua sudah sekitar sepuluh hari yang lalu.

Tetapi sampai saat ini, Kamis (02/05/2019) belum ada tanda - tanda dari pemerintah atau pihak terkait untuk memperbaikinya sehingga dikeluhkan para pengguna jalan dan masyarakat setempat.

Dari informasi yang kami himpun bahwasanya Plengsengan yang ambruk lagi tersebut merupakan proyek yang pekerjaannya selesai pada awal tahun 2018 yang lalu.

Dan proyek tersebut juga merupakan proyek Bodong karena tidak ada prasasti pada plengsengan tersebut. Kuat dugaan kalau plengsengan yang sudah dua kali ambrul itu hanya dijadikan lahan memperkaya diri sendiri oleh pelaksana.

Sehingga pada realisasinya pun diduga tidak sesuai RAB dan dikerjakan asal jadi.

Dengan adanya plengsengan yang sangat rusak tersebut dapat mengancam nyawa para pengendara motor dan para pengguna mobil, terutama mobil yang bermuatan berat seperti mobil pemuat genteng dan tanah genteng yang setiap hari lewat ditempat tersebut.

Salah satu pengusaha, warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa plengsengan yang ambruk tersebut sangat mengkhawatirkan.

Menurutnya, jelas sangat mengancam keselamatan pengguna jalan dan yang pasti merugikan dirinya dan warga sekitar.

"Warga disini sangat khawatir terutama saya kalau plengsengan yang ambruk lagi ini tidak segera diperbaiki oleh pihak - pihak yang seharunya bertanggung jawab, karena kalau tidak secepatnya diperbaiki saya takut rusaknya akan tambah parah yang mengakibatkan akses jalan tidak dapat dilewati sehingga usaha genteng saya macet karena mobil yang mau muat genteng gak bisa masuk," jelasnya.

Pengusaha tersebut melanjutkan, bahwa yang sangat mengkhawatirkan dengan adanya plengsengan yang rusak parah tersebut adalah, dapat mengancam keselamatan anaknya yang masih senang - senangnya bermain sepeda.

"Yang saya sangat takutkan dari ambruknya plengsengan itu adalah posisinya yang tinggi trus makan bahu jalan. Sehingga dapat mengancam keselamatan anak saya yang lagi senang - senangnya main dan naik sepeda. Trus tiba - tiba jatuh tergelincir ke tempat itu amit - amit MasaAllah, ya paling tidak patah tulang,” lanjutnya.

Ia berharap kepada pemerintah tidak menutup mata dan segera memeperbaiki plengsengan tersebut.

"Saya berharap kepada pemerintah dan pihak terkait tidak menutup mata untuk segera memperbaiki plengsengan ini. Jangan sampai menunggu adanya korban," Imbuhnya.

Sementara itu, menurut salah seorang sopir truk Saman, yang setiap hari muat genteng dan kayu bakar yang melewati tempat itu mengatakan kalau dirinya sangat takut.

"Saya takut banget melewati jalan yang bisa ambles pada saat saya lewati dengan mobil bermuatan dan adanya plengsengan yang ambruk itu jalannya jadi ngepas. Iya kalau masih bernasib baik, kalau gak. Terpeleset atau tergelincir aja salah satu roda mobil  disitu, jangan harap selamat," katanya.

Saman juga berharap, supaya plengsengan tersebut cepet diperbaiki.

"Saya berharap plengsengan menakutkan itu cepet diperbaiki karena saya sangat takut pada saat lewat. Trus kalau gak lewat disitu mau lewat mana lagi saya untuk nganter kayu bakar dan muat genteng. Sedangkan nyopir adalah mata pencari saya," harapnya. (mp/nir/ron/zul)