LSM PRIMA Soroti Proyek Bodong di Kelurahan Kangenan Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

LSM PRIMA Soroti Proyek Bodong di Kelurahan Kangenan Pamekasan

Saturday, 27 April 2019

LSM PRIMA Soroti Proyek Bodong di Kelurahan Kangenan Pamekasan. (Foto: Chandra/Biro Pamekasan)

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Banyak pekerjaan proyek di Kabupaten Pamekasan yang tidak jelas. Ketidakjelasan pekerjaan proyek tersebut selalu menimbulkan banyak tanda tanya, terutama ke pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

Proyek yang sempat disoroti oleh salah satu LSM itu ialah pekerjaan proyek di Kelurahan Kangenan RT 02 RW 03 Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Dimana dalam proyek yang berbentuk mirip dengan bangunan 'Tembok Tebing Sungai' tersebut sama sekali nampak ambigu.

Pasalnya di sepanjang jalur proyek sama sekali tidak nampak ada papan informasi yang mengonfirmasikan detail proyek tersebut, seperti asal anggaran, jenis anggaran, jumlah dana anggaran serta pekerja kontruksi proyek tersebut.

Akhirnya LSM Peran Rakyat Indonesia Mengawasi Anggaran (PRIMA) menyoroti pekerjaan tersebut. Diketuai oleh Slamet Riyadi selaku Ketua DPD LSM PRIMA mengungkap beberapa celah yang diduga meleset dari spesifikasi tekhnik pekerjaan yang di anjurkan oleh pemerintah selain dari tertib administrasi pekerjaan.

"Pekerjaan ini saya menduga jauh dari spesifikasi yang di anjurkan pemerintah. Pasalnya selain tidak adanya papan informasi sebagai landasan tertib administrasi proyek. Ada hal lain yang lebih riskan dalam tekhnik pekerjaan," ujar Slamet. Sabtu, (27/4/19).

Lebih rinci Slamet mengungkap, apa saja kecurigaannya terkait tekhnik pekerjaan tersebut.

"Dimulai dari bahan, bahan dalam pekerjaan proyek ini menggunakan pasir lokal. Kemudian penataan batunya menggunakan tataan batu kosong (menumpuk batu tanpa adanya adonan semen)," tambahnya.

Sebagai penutup wawancara, Slamet menyatakan bahwa proyek ini akan dijadikan bahan acuna untuk dilaporkan ke lembaga audit seperti inspektorat maupun BPK.

Sedangkan pelaksana pekerjaan proyek tersebut sesuai dengan keterangan dari pekerja di lokasi proyek bernama Imam, sampai berita ini di publish tidak bisa dihubungi ataupun ditemui untuk dimintai keterangan. (mp/chn/zul)