Khoirul Anam, Caleg Dapil 5, Siap Perjuangkan Pendidikan dan Kesehatan di Kabupaten Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

Khoirul Anam, Caleg Dapil 5, Siap Perjuangkan Pendidikan dan Kesehatan di Kabupaten Pamekasan

Senin, 15 April 2019

Khoirul Anam siap memperjuangkan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, Madurapost.co.id- Khoirul Anam pemuda asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang berniat akan memperjuangkan sektor pendidikan di kota gerbangsalam.

Maka dari itu, di usianya yang baru menginjak 24 tahun, dirinya memberanikan diri mencalonkan sebagai legeslatif dapil 5 Pamekasan (Kecamatan Galis, Kecamatan Larangan, Kecamatan Pademawu).

Pengalamannya dari diberbagai organisasi, membuatnya optimis menang dalam pesta demokrasi tahun 2019 ini.

“Dalam sektor pendidikan, banyak generasi generasi pemangku masa depan yang putus sekolah dan tidak terpenuhi hak nya, untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tuturnya pada madurapost.co.id. Senin, (15/4/19).

Anam, panggilan akrabnya, manembahkan bahwa fakta dilapangan, dikarenakan biaya pendidikan yang sangat mahal dan tidak terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat.

“Oleh karena itu, saya akan memperjuangkan sektor pendidikan agar generasi-generasi harapan bangsa ini dapat menjadi generasi handal untuk mengelola Bangsa dan negara ini di masa yang akan datang,” tambahnya.

“Dengan meningkatnya mutu pendidikan, maka akan berimbas kepada banyak sektor diantaranya adalah menekan angka kriminalitas serta kenakalan remaja,” imbuhnya.


Menurutnya, kenakalan remaja dan kriminalitas juga dikarenakan faktor pendidikan yang minim. Dampak lain dengan diperjuangkan nya sektor pendidikan adalah sektor peningkatan ekonomi, yang mana dengan pendidikan yang cukup tentunya akan ada inovasi inovasi dan ide ide kreatif, sehingga angka pengangguran dapat di tekan se minim mungkin.

“Untuk pada saat ini pekerjaan di toko saja harus ber ijazah minimal SMA, tentunya ini merupakan salah satu hal yang akan saya perjuangankan untuk masa depan yang cemerlang generasi muda,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mengayomi dan memperjuangkan sektor kesehatan di bumi gerbangsalam.

“Tentunya bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan, baik antara yang mampu dengan yang tidak antara yang BPJS dan tidak,” kata anam.

“Melihat dari fenomena yang terjadi, membuat hati saya tergerak untuk mengayomi dan melayani masyarakat sebaik mungkin, agar masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang betul betul dapat dirasakan manfaatnya,” pungkasnya. (mp/liq/zul)